LPPL RADIO GAGAK RIMANG 105,9 FM

Jl.Reksodiputro Timur No 54 Komplek Taman Tirtonadi Blora- Jawa Tengah Telp : ( 0296 ) 531712.

Kasiyanto,se

DIREKTUR UTAMA LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA- JAWA TENGAH.

M. Taufiq Qurohman

DIREKTUR SIARAN LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA-JAWA TENGAH.

Ari Istiyaningsih

DIREKTUR ADMINISTRASI LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA-JAWA TENGAH

Teguh Rudiyanto

Bidang Penyiaran dan Pemberitaan

Sukamto

Bidang Teknis

Eny Susanti

Bidang Pengelolaan Administrasi dan Umum

Adi Rahmat Widodo

Bidang Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran

Seputar Blora

Wakil Bupati Sampaikan Permasalahan Kelompok Rentan di Kabupaten Blora


GAGAKRIMANGFM.COM | BLORA - Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM menyampaikan definisi kelompok rentan (KEREN) adalah kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi ketika terjadi bencana.

“Mereka terdiri orang-orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, perempuan hamil dan orang dengan disabilitas,” terangnya ketika menyampaikan paparan dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) KEREN di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Selasa (2/3/2021).

Menurut Wakil Bupati ada beberapa permasalahan kelompok rentan yang ada di Kabupaten Blora. Yaitu masih adanya kematian bayi (tahun 2020 : 8,55 per angka kelahiran/KH). Masih adanya kematian balita (tahun 2020 :10, 11 per 1000 KH).

“Kemudian masih adanya kematian ibu, di tahun 2020 ada 10 kasus,” ucapnya.

Berikutnya, masih kurangnya akses terhadap disabilitas dalam pelayanan publik. Masih belum adanya lansia yang belum mendapat pelayanan publik.

Selanjutnya, masih adanya anak putus sekolah (Tahun 2020 : 0,04 persen SD/MI, 0,9 persen SMP/MI).

“Selain itu masih rendahnya kaum perempuan dalam peningkatan ekonomi. Itu karena beberapa perempuan, kerana naluri seorang ibu, justru rela tidak dibayar ketika melakukan pekerjaan,” ungkapnya.

Dan, yang tidak kalah pentingnya, lanjut Wakil Bupati Blora, masih adanya balita Stunting.

Sebelumnya ia menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Blora Arief Rohman, S.IP, M.Si tidak bisa hadir secara langsung dalam acara Musrenbang KEREN dikarenakan tugas dinas ke Jakarta untuk melaksanakan kontrak kerjasama dengan Kemenpan RB terkait pembangunan Mal Palayanan Publik di kabupaten Blora.

“Mal Pelayanan Publik tahun ini sudah harus ada. Dan harus segera terwujud dalam waktub dekat,” ucapnya. .

Acara yang difasilitasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Blora itu dihadiri Sekda Blora Komang Gede Irawadi, SE,M.Si dan diikuti peserta perwakilan OPD, Forum Anak, PWRI, LVRI, dan Organisasi Perempuan di Blora.

Mengawali acara, diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan doa yang dibacakan oleh salah seorang warga disabilitas. Selanjutnya laporan kegiatan yang disampaikan oleh Plt. Kepala BAPPEDA Blora Aunur Rofiq, SE, M.Si.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Blora Hj. Ainia Shalichah, SH, M.Pd.AUD, M.Pd.BI dalam paparannya menyampaikan penegasan terkait peran perempuan serta menyampaikan apresiasi bahwa Musrenbang KEREN baru pertama kali dilaksanakan.

Bahkan dirinya berkesempatan untuk pertama kali tampil setelah dilantik menjadi Katua TP PKK dan Ketua Dekranasda Blora periode 2021-2026.

“Jangan remehkan perempuan. Perempuan bisa menjadi aktor strategis di dalam pembangunan. Tidak hanya membangun desa-desa, tetapi juga pembangunan di kabupaten Blora yang dapat mengubah Kabupaten Blora menjadi unggul dan berdaya saing,” ungkapnya.

Bunda Ain, sapaan Ketua TP PKK Kabupaten Blora, menyampaikan prosentase jumlah penduduk laki-laki dan perempuan berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencapai tak kurang dari 869.765 jiwa.

“Perbandingannya, laki-laki 428.284 jiwa atau 49,24 persen. Perempuan 441.881 jiwa atau 50,76 persen. Dengan demikian jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki,” urainya.

Sedangkan Indeks Pembangunan Gender (IPG) kabupaten Blora mengalami kenaikan dari 83 pada tahun 2016 menjadi 84,05 di tahun 2020.

“IPG yang mendekati 100 itu secara jelas mengindikasikan bahwa semakin kecil kesenjangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan,” jelasnya.

Hj. Ainia Shalichah juga memaparkan presentase perempuan di lembaga pemerintah tahun 2020 berdasarkan perempuan di kabupaten Blora dalam data, ada 13,33 persen.

Kemudian jumlah Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di tingkat kecamatan dan kabupaten tahun 2019 ada dua.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun 2019 ada 14 kasus,” ungkapnya.

Sedangkan cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan tahun 2020 sudah 20 persen.

Dalam clossing statement, Hj. Ainia Shalichah, menyampaikan keterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak dalam upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

“Negara tidak mungkin sejahtera jika perempuannya dibiarkan tertinggal, tersisihkan dan tertindas,” tutupnya.

Pada acara yang sama DPRD Blora juga menyampaikan paparan secara virtual. Acara dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. (Tim Dinkominfo Blora). 


Kata penyiar

Tya Aristya

“Hidup itu bukan soal menemukan diri Anda sendiri, hidup itu membuat diri Anda sendiri.”

Sabella Ovi

“Hidup yang baik adalah hidup yang diinspirasi oleh cinta dan dipandu oleh ilmu pengetahuan.”

Emillia Vina

“Hal yang paling penting adalah menikmati hidupmu, menjadi bahagia, apapun yang terjadi.”

Fitri Novita

“Hidup itu bukan soal menemukan diri Anda sendiri, hidup itu membuat diri Anda sendiri.”

Andri Sanjaya

“Hidup itu sederhana, kita yang membuatnya sulit.”

Teguh Rudiyanto

“Saya memiliki filosofi yang sederhana: isi apa yang kosong, kosongkan apa yang terlalu penuh.”

Pippo Alvaro

“You Have Enough.”

Bung Aan

“Tujuan hidup kita adalah menjadi bahagia.”

Adi Kethuk

“Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo..”

Designed By Templatezy

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.