LPPL RADIO GAGAK RIMANG 105,9 FM

Jl.Reksodiputro Timur No 54 Komplek Taman Tirtonadi Blora- Jawa Tengah Telp : ( 0296 ) 531712.

Kasiyanto,se

DIREKTUR UTAMA LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA- JAWA TENGAH.

M. Taufiq Qurohman

DIREKTUR SIARAN LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA-JAWA TENGAH.

Ari Istiyaningsih

DIREKTUR ADMINISTRASI LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA-JAWA TENGAH

Teguh Rudiyanto

Bidang Penyiaran dan Pemberitaan

Sukamto

Bidang Teknis

Eny Susanti

Bidang Pengelolaan Administrasi dan Umum

Adi Rahmat Widodo

Bidang Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran

Seputar Blora

Tarian Berlatar Sejarah Ditampilkan di FBC 2020


GAGAKRIMANGFM.COM | BLORA - Salah satu tarian berlatar sejarah yang ditampilkan dalam Festival Bambangan Cakil 2020 adalah tari berjudul Kridaning Sang Raseksi.

Tari itu dipersembahkan oleh Sanggar Tari Bledheg Branjangan. Kelompok seni asal Desa Dengok Utara Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Reportoar itu menceritakan tentang perjalanan Prabu Angling Dharma saat mencari pujaan hatinya.

“Kemarin kita menampilkan Tari Kridhaning Sang Raseksi. Tarian ini menceritakan perjalanan Sang Prabu Angling Dharma mencari titisan Dewi Setyowati. Ini merupakan legenda lokal Bojonegoro,” terang koordinator Sanggar Tari Bledheg Branjangan, Rukmi Tri Wahyuni di lokasi acara Desa Pengkoljagong Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (26/12/2020).

Yuni (sapaan Rukmi Tri Wahyuni, red) menambahkan, dalam perjalanan mencari titisan Dewi Setyowati, Prabu Angling Dharma bertemu dengan tiga raksasa yang sedang marah.

Para raksasa tersebut menuntut balas atas kematian kakak mereka yang sebelumnya tewas di tangan Sang Prabu.

Kakak ketiga raksasa tersebut, yakni Meru Supatmo meregang nyawa di tangan Prabu Angling Dharma.

"Menuntut balas, ketiga raksasa itu menyerang Prabu Angling Dharma. Ketiga raksasa ini terbilang sakti sehingga mampu mengubah wujud Prabu Angling Dharma menjadi sosok Mliwis Putih dan mengutuknya,” terang Yuni.

Untuk hari ini, Sanggar Tari Bledheg Branjangan akan menampilkan Tari Bambangan Cakil.

Tampil pula Sanggar Akusara Art (Surakarta), Sanggar Sipatuo Mammesa (Sulbar) dan Padepokan Nareswari.

Ada juga Sanggar Kalaki (Sulbar), Sanggar Seni Sureq Salaka (Sulbar), dan Atika Salon Ngasemtanggung (Kecamatan Jati, Blora).
Festival Bambangan Cakil 2020 akan berlangsung hingga 31 Desember 2020.

Ditekankan, jika ingin menyaksikan secara langsung, pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan yakni melakukan pengecekan suhu tubuh, mengenakan masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer, serta menjaga jarak.

Acara ini juga ditayangkan melalui video streaming melalui Channel Pengkoljagong Sapta Pesona.

Selain penampilan tari, acara ini juga akan dimeriahkan dengan hiburan selingan yakni music perform yang disajikan oleh sejumlah grup band lokal Blora. (DINKOMINFO Kab.Blora/TIM PUBLIKASI FBC).

Kata penyiar

Tya Aristya

“Hidup itu bukan soal menemukan diri Anda sendiri, hidup itu membuat diri Anda sendiri.”

Sabella Ovi

“Hidup yang baik adalah hidup yang diinspirasi oleh cinta dan dipandu oleh ilmu pengetahuan.”

Emillia Vina

“Hal yang paling penting adalah menikmati hidupmu, menjadi bahagia, apapun yang terjadi.”

Fitri Novita

“Hidup itu bukan soal menemukan diri Anda sendiri, hidup itu membuat diri Anda sendiri.”

Andri Sanjaya

“Hidup itu sederhana, kita yang membuatnya sulit.”

Teguh Rudiyanto

“Saya memiliki filosofi yang sederhana: isi apa yang kosong, kosongkan apa yang terlalu penuh.”

Pippo Alvaro

“You Have Enough.”

Bung Aan

“Tujuan hidup kita adalah menjadi bahagia.”

Adi Kethuk

“Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo..”

Designed By Templatezy

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.