LPPL RADIO GAGAK RIMANG 105,9 FM

Jl.Reksodiputro Timur No 54 Komplek Taman Tirtonadi Blora- Jawa Tengah Telp : ( 0296 ) 531712.

Kasiyanto,se

DIREKTUR UTAMA LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA- JAWA TENGAH.

M. Taufiq Qurohman

DIREKTUR SIARAN LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA-JAWA TENGAH.

Ari Istiyaningsih

DIREKTUR ADMINISTRASI LPPL RADIO GAGAK RIMANG FM BLORA-JAWA TENGAH

Teguh Rudiyanto

Bidang Penyiaran dan Pemberitaan

Sukamto

Bidang Teknis

Eny Susanti

Bidang Pengelolaan Administrasi dan Umum

Adi Rahmat Widodo

Bidang Pengelolaan Keuangan dan Pemasaran

Seputar Blora

Peringatan Hari Ibu ke-92 : Perempuan Berdaya, Indonesia Maju


GAGAKRIMANGFM.COM | BLORA - Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) bekerjasama dengan Tim Penggerak (TP) PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Blora mengikuti peringatan Hari Ibu ke-92 tahun 2020 secara virtual di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (22/12/2020).


Bupati Blora Djoko Nugroho bersama istri Dra. Hj Umi Kulsum, Forkopimda Blora, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sejumlah tamu undangan lainnya hadir mengikuti dengan seksama pidato Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Menteri Bintang menyampaikan Hari Ibu di Indonesia diperingati pada 22 Desember setiap tahunnya. Peringatan tersebut didasari Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 yang juga bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia.

Dipilihnya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu bukan tanpa alasan. Hal tersebut mengacu pada hari pertama Kongres Perempuan Indonesia I, yaitu 22 Desember 1928.

Hari Ibu merupakan momen peringatan pergerakan perempuan Indonesia yang ditandai dengan Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Kongres tersebut menjadi tonggak kaum perempuan untuk kembali mengukuhkan semangat dan tekad bersama dalam mendorong kemerdekaan Indonesia. Tema sentral pembahasan yang diangkat adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan anak, poligami, dan pendidikan perempuan.

Namun sayangnya, beberapa waktu terakhir telah terjadi pergeseran makna Peringatan Hari Ibu. Tidak semua orang paham bahwa Peringatan Hari Ibu di Indonesia bukanlah perayaan Mother’s Day di negara lain.

Sejarah mencatat dicetuskannya Hari Ibu di Indonesia merupakan tonggak perjuangan perempuan untuk terlibat dalam upaya kemerdekaan bangsa dan pergerakan perempuan Indonesia dari masa ke masa dalam menyuarakan hak-haknya guna mendapatkan perlindungan dan mencapai kesetaraan.

“Bukan sekedar sebagai pendukung, kaum perempuan terlibat aktif, baik di belakang, di tengah, bahkan di garda terdepan untuk terus berjuang sampai hari ini. Tenaga, pikiran, darah, bahkan hingga nyawa telah disumbangkan. Tidak ada kata lelah, para perempuan hebat ini terus berkorban bukan saja bagi dirinya sendiri, melainkan demi kepentingan keluarga, lingkungan, masyarakat, bahkan bangsa dan Negara,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang lebih dikenal Bintang Puspayoga.

Peringatan Hari Ibu ke-92 kali ini akan sangat berbeda dengan peringatan di tahun-tahun sebelumnya karena saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19 yang tidak hanya berakibat pada lemahnya sistem kesehatan masyarakat namun juga berdampak pada kehidupan sosial ekonomi.

Seperti juga negara lain di berbagai belahan dunia, Indonesia tengah berjuang melawan pandemi Covid-19 dan beradaptasi dengan kehidupan normal baru.

Mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju,” Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda untuk mengingat kembali arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan, serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Meski pandemi Covid-19 mengakibatkan perempuan menjadi kelompok rentan yang mengalami kesulitan ekonomi, beban ganda, diskriminasi, dan ancaman kekerasan terhadap dirinya, ternyata perempuan-perempuan Indonesia telah banyak mengambil peran penting di garda terdepan dalam melawan virus Covid-19 di berbagai daerah.

“Saya yakin tidak ada halangan apapun yang dapat mematahkan semangat perempuan untuk berjuang dan membangun kekuatan, apalagi jika mendapatkan dukungan yang akomodatif dan suportif. Untuk itu, bagi seluruh pilar-pilar pembangunan bangsa, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media massa, mari kita bersama-sama bergandengan tangan untuk mendukung dan mendorong para perempuan agar semakin berdaya dan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan serta merasakan manfaat pembangunan yang setara,” tutur Menteri Bintang.

Melalui Peringatan Hari Ibu ke-92 Tahun 2020 ini, Menteri Bintang berharap perempuan-perempuan Indonesia sadar betapa berharga dirinya. Utamanya karena tidak pernah berhenti merawat perjuangan para perempuan Indonesia di masa yang lalu, dalam gerak sekecil apapun, yang berarti melebihi apapun. Mari kita hormati para pejuang di masa lalu dan teruskan perjuangan para pahlawan perempuan di masa kini.

“Peringatan Hari Ibu sesungguhnya adalah penghargaan bagi semua perempuan Indonesia, atas peran dan kontribusinya bagi keluarga, masyarakat, dan negaranya. Mari warnai Peringatan Hari Ibu dengan peran, kerja, dan karya nyata dari Anda semua, untuk Indonesia tercinta. Selamat Hari Ibu ke-92! Perempuan berdaya, Indonesia maju !” tutup Menteri Bintang.

Setelah mengikuti secara virtual, Bupati Blora menyampaikan ucapan selamat Hari Ibu ke-92 kepada seluruh ibu di kabupaten Blora.

“Selamat memperingati Hari Ibu ke-92,” ucap Bupati Blora.

Kepada Ketua Tim Penggerak PKK, termasuk semua ranting-rantingnya, Dinas Kesehatan, Bupati Blora mengapresiasi bahwa di masa pandemi Covid-19 seperti ini masih bisa menorehkan prestasi yang luar biasa, yakni Juara I Provinsi dan Juara II tingkat Nasional.

“Tema kali ini Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. Daya itu satu kata di atas energi, yaitu kemampuan untuk melakukan usaha. Ada orang yang bernergi kadang-kadang malas, ada orang yang tidak tahu apa-apa tapi bisa kita berdayakan yang positif,” kata Bupati Blora.

Berkaitan persebaran virus corona, Bupati Blora minta kepada seluruh ibu-ibu supaya fokus melakukan upaya yang lebih intensif mendukung pemerintah dalam rangka pencegahan Covid-19 karena tingkat persebarannya di Blora meningkat.
Disela acara, Bupati Blora dan istri memberikan ucapan selamat kepada juara I Kategori kabupaten terbaik pelaksanaan pelaksanaan 8 aksen konvergensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2020 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Juara II hal yang sama diterimakan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.

Ucapa selamat juga disampaikan oleh Bupati Blora dan istri kepada Juara I kategori kabupaten terbaik Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana tingkat provinsi Jawa Tengah yang diterimakan kepada Kepala Desa Geneng Kecamatan Jepon.
Pada kesempatan yang sama juga diserahkan bantuan sejumlah 50 paket sembako secara simbolis kepada veteran perempuan dan janda veteran Ibu Sutremi.

Selanjutnya bantuan alat produksi anyaman bambu senilai Rp17 juta kepada Perdiva Jepon. Bantuan budidaya lele dalam ember senilai Rp16 juta kepada Perdiva Banjarejo. (Dinkominfo Kab. Blora/Tim).


Kata penyiar

Tya Aristya

“Hidup itu bukan soal menemukan diri Anda sendiri, hidup itu membuat diri Anda sendiri.”

Sabella Ovi

“Hidup yang baik adalah hidup yang diinspirasi oleh cinta dan dipandu oleh ilmu pengetahuan.”

Emillia Vina

“Hal yang paling penting adalah menikmati hidupmu, menjadi bahagia, apapun yang terjadi.”

Fitri Novita

“Hidup itu bukan soal menemukan diri Anda sendiri, hidup itu membuat diri Anda sendiri.”

Andri Sanjaya

“Hidup itu sederhana, kita yang membuatnya sulit.”

Teguh Rudiyanto

“Saya memiliki filosofi yang sederhana: isi apa yang kosong, kosongkan apa yang terlalu penuh.”

Pippo Alvaro

“You Have Enough.”

Bung Aan

“Tujuan hidup kita adalah menjadi bahagia.”

Adi Kethuk

“Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo..”

Designed By Templatezy

Gambar tema oleh richcano. Diberdayakan oleh Blogger.